Saturday, 23 May 2015
Belum Apa-apa, 'MotoGP Indonesia' Mulai Temui Banyak Kendala
Inggris Raya, Rungan -- Lin Jarvis seakan kurang setuju dengan apa yang dilakukan oleh CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta setelah kedatangannya ke Indonesia dalam rangka perencanaan MotoGP Indonesia 2017.
Jarvis meminta bos Dorna itu untuk berpikir ulang mengenai rencana Indonesia masuk dalam kalender 2017.
Indonesia memang menjadi pusat pasar otomotif yang paling penting di Asia Tenggara dan sangat mempengaruhi terhadap balap motor Grand Prix.
Carmelo Ezpeleta baru-baru ini melakukan perjalanan ke ibukota Jakarta dan berberbicara tentang kemungkinan Indonesia menggelar MotoGP pada tahun 2017 mendatang di Sirkuit Sentul.
Sudah tahun lalu, kata Direktur Yamaha Sport Lin Jarvis; Kita perlu menjaga keseimbangan antara seri Eropa dan negera lainnya, terutama Indonesia.
Kami tahu bahwa ada diskusi tentang peningkatan jumlah seri balap di MotoGP, tapi kita jangan asal memilih, karena kita tidak ingin musim yang terlalu panjang dan terlalu sulit untuk semua orang yang terlibat.
Di sisi lain, terutama jika melihat dari pasar yang begitu potensial Indonesia dan Thailand sangat memukau semua petinggi pabrikan yang berlaga di MotoGP.
Indonesia perlu membangun sirkuit yang layak untuk gelaran MotoGP, karena dengan cara ini Indonesia bisa meyakinkan semua orang bahwa Indonesia mampu menghadirkan fasilitas balap yang berstandar Internasional, kata Jarvis.
Jika Brno (GP Ceko) keluar dari kalender, akan ada satu ruang kosong untuk tempat-tempat baru. Kami harus pergi ke tempat lain untuk membalap.
Tapi saya berpikir bahwa kita harus berhati-hati untuk menambah jumlah balapan, kita harus memperhatikan dan mengutamakan kualitas daripada kuantitas. (DN/vH)
Lihat: Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017
Labels:
Gosip
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment